Awas 5 Bahaya mengunakan VPN gratis pada Smartphone

03 November 2019

Pemblokiran layanan internet baru-baru ini membuat masyarakat Indonesia megandalkan VPN gratis sebagai cara untuk mengakses layanan internet walau sedang terblokir. Tapi tau kah kamu menggunakan VPN gratisan memang harus berpikir dua kali sebelum menggunakan layanan tersebut. Kenapa?

Dikutip dari detikNET.com Hasil penelitian dari Metrics Labs pada awal tahun 2019 ini menyebut satu dari lima aplikasi
 VPN Android gratis terpopuler di yang ada malah menjadi sumber celah keamanan untuk masuknya malware ke dalam ponsel. Bahkan, seperempat di antaranya mengandung bug yang melanggar privasi seperti membocorkan DNS. Parahnya, menurut Head of Research Metrics Labs Simon Migliano, aplikasi VPN semacam ini dicatat oleh Google sudah diinstal lebih dari 260 juta kali.

Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa penggunaan aplikasi VPN gratis ternyata menyimpan bahaya. Beberapa di antaranya adalah aktivitas data yang dipantau hingga ancaman terhadap keamanan perangkat. Berikut 5 bahaya menggunakan aplikasi VPN gratis pada smartphoe pintarmu

1. Mengancaman Keamanan Perangkat

Salah satu fungsi utama VPN adalah melindungi akses internet pengguna dari hacker. Namun dari studi terbaru, beberapa aplikasi VPN gratis malah terinfeksi oleh malware.Kebanyakan malware itu ternyata berhubungan dengan iklan yang tampil di aplikasi VPN.

Seperti diketahui, VPN gratis biasanya menghadirkan iklan untuk mendapatkan pemasukan.

2. Memantau Aktivitas Online Pengguna

Bahaya lain yang cukup sering ditemui di aplikasi VPN adalah pemantauan aktivitas online perangkat yang memasangnya. Hal ini berdasarkan studi yang menyebut 72 persen aplikasi VPN disematkan pelacak pihak ketiga. Pelacak tersebut biasanya disusupkan untuk mengumpulkan data aktivitas online pengguna yang memakainya. Biasanya, data tersebut digunakan pengiklan untuk memperlihatkan iklan tertarget.

3. Membajak browser

Cara VPN menghasilkan uang bisa juga dengan cara pembajakan browser. Ini akan terjadi saat layanan itu mengalihkan browser pada website partner tanpa izin pengguna. Hotspot Shield VPN ditemukan mengalihkan permintaan HTTP pada situs e-commerce seperti Alibaba dan e-Bay lewat jaringan mitranya. 

4. Kebocoran data

VPN yang baik seharusnya mengamankan dan melakukan enkripsi pada trafik antara perangkat dengan server VPN. Namun sejumlah layanan VPN baik yang gratis dan berbahaya, ditemukan banyak yang membocorkan data pengguna. Kebocoran berasal dari IP address dan DNS, masalah yang kerap terjadi di VPN gratis. Penelitian CSIRO menemukan 84 persen VPN gratis membuka IPv6 pengguna yang nyata dan unik secara global. Selain itu juga 60 persen VPN gratis membocorkan permintaan DNS, ini membuat history dan lokasi browser pengguna terbuka. 

5. Penipuan

Dengan kejahatan yang sudah disebutkan tadi, akibat penggunaan bisa mengalami pencurian identitas serta penipuan secara finansial. Hotspot Shield memberikan akses pada pihak ketiga untuk data pengguna mereka. Model bisnis yang terjadi pada VPN gratis membuat layanan itu sangat berbahaya. 

2019 - Powered By Goodeva

2019 - Powered By Goodeva